Sungguh
amat berlimapah nikma Mu
namun
hanya seupil makhluk
yang sadar akan itu
bahkan aku
aku terlampau sering mengeluh
telalu alpa akan beriMu
terlalu buta akan rahmatMu
sering aku sombong
sering aku lupakanMu
namun...
Dalam sunyi malam
ku amgkat tangan dan aku terpejam
seraya bersimpuh pada Penguasa Alam
ya Tuhan
tolong aku engkau sadarkan
tolong aku engkau arahkan
jangan nekau sesatkan
jika salah mohon benarkan
jika aku berdosa mohon ampunkan
Showing posts with label puisi agama. Show all posts
Showing posts with label puisi agama. Show all posts
Wednesday, February 1, 2012
Ampun Hamba
Ya Allah.
Ya Rahman.
Ya Rahim..
Hamba tersungkur.
Hamba bersujud.
Ini sebab dosaku yang tak terukur.
Dan giat buat ku yg terwujud..
Mohon ampun hamba.
Hamba salah.
Hamba terlalu buta.
Buta pada arah rumah sang pencipta..
Ya Bari'.
Engkau maha pemurah.
Engkau sang maha cinta.
Engkau penunjuk arah.
Bahkan.
Engkau cinta yg nyata..
Ya Malikul Mulk.
Hapuskan dosa ku yang menumpuk..
Kikiskan debu dosa yg tebal.
Dan hancurkan kerak durhaka yg kian menebal..
Amin
Ya Rahman.
Ya Rahim..
Hamba tersungkur.
Hamba bersujud.
Ini sebab dosaku yang tak terukur.
Dan giat buat ku yg terwujud..
Mohon ampun hamba.
Hamba salah.
Hamba terlalu buta.
Buta pada arah rumah sang pencipta..
Ya Bari'.
Engkau maha pemurah.
Engkau sang maha cinta.
Engkau penunjuk arah.
Bahkan.
Engkau cinta yg nyata..
Ya Malikul Mulk.
Hapuskan dosa ku yang menumpuk..
Kikiskan debu dosa yg tebal.
Dan hancurkan kerak durhaka yg kian menebal..
Amin
Buka Indra
Kenapa tak sadar.
Jika itu benar.
Kenapa tersesat.
Jika itu hitam yang pekat..
Mengapa semua diam.
Padahal kau nampak yang kelam.
Mengapa tak berhenti.
Jika sudah ada pemberi sadar diri.
Mengapa tetap melangkah.
Tatkala kau mendapati itu salah..
Marilah.
Buka indra.
Buka hati dan jiwa.
Mulai dari yang mudah..
Pandang yg telah terpampang.
Arahkan semua langkah.
Hilangkang semua rintangan yg menghadang.
Melangkahlah gagah dan dengan terarah.
Jika itu benar.
Kenapa tersesat.
Jika itu hitam yang pekat..
Mengapa semua diam.
Padahal kau nampak yang kelam.
Mengapa tak berhenti.
Jika sudah ada pemberi sadar diri.
Mengapa tetap melangkah.
Tatkala kau mendapati itu salah..
Marilah.
Buka indra.
Buka hati dan jiwa.
Mulai dari yang mudah..
Pandang yg telah terpampang.
Arahkan semua langkah.
Hilangkang semua rintangan yg menghadang.
Melangkahlah gagah dan dengan terarah.
Monday, January 2, 2012
Buka Indra
Kenapa tak sadar.
Jika itu benar.
Kenapa tersesat.
Jika itu hitam yang pekat..
Mengapa semua diam.
Padahal kau nampak yang kelam.
Mengapa tak berhenti.
Jika sudah ada pemberi sadar diri.
Mengapa tetap melangkah.
Tatkala kau mendapati itu salah..
Marilah.
Buka indra.
Buka hati dan jiwa.
Mulai dari yang mudah..
Pandang yg telah terpampang.
Arahkan semua langkah.
Hilangkang semua rintangan yg menghadang.
Melangkahlah gagah dan dengan terarah.
Jika itu benar.
Kenapa tersesat.
Jika itu hitam yang pekat..
Mengapa semua diam.
Padahal kau nampak yang kelam.
Mengapa tak berhenti.
Jika sudah ada pemberi sadar diri.
Mengapa tetap melangkah.
Tatkala kau mendapati itu salah..
Marilah.
Buka indra.
Buka hati dan jiwa.
Mulai dari yang mudah..
Pandang yg telah terpampang.
Arahkan semua langkah.
Hilangkang semua rintangan yg menghadang.
Melangkahlah gagah dan dengan terarah.
Ampun Hamba
Ya Allah.
Ya Rahman.
Ya Rahim..
Hamba tersungkur.
Hamba bersujud.
Ini sebab dosaku yang tak terukur.
Dan giat buat ku yg terwujud..
Mohon ampun hamba.
Hamba salah.
Hamba terlalu buta.
Buta pada arah rumah sang pencipta..
Ya Bari'.
Engkau maha pemurah.
Engkau sang maha cinta.
Engkau penunjuk arah.
Bahkan.
Engkau cinta yg nyata..
Ya Malikul Mulk.
Hapuskan dosa ku yang menumpuk..
Kikiskan debu dosa yg tebal.
Dan hancurkan kerak durhaka yg kian menebal..
Amin
Ya Rahman.
Ya Rahim..
Hamba tersungkur.
Hamba bersujud.
Ini sebab dosaku yang tak terukur.
Dan giat buat ku yg terwujud..
Mohon ampun hamba.
Hamba salah.
Hamba terlalu buta.
Buta pada arah rumah sang pencipta..
Ya Bari'.
Engkau maha pemurah.
Engkau sang maha cinta.
Engkau penunjuk arah.
Bahkan.
Engkau cinta yg nyata..
Ya Malikul Mulk.
Hapuskan dosa ku yang menumpuk..
Kikiskan debu dosa yg tebal.
Dan hancurkan kerak durhaka yg kian menebal..
Amin
Friday, December 9, 2011
Hadiah Pendusta
sungguh tida benar bagi pendusta
hanya salah yang mereka cipta
tiadalah uluran tangan bagi para pendusta
yang ada hanya derita sengsara
yang di balas tersebab tingkah mereka
tiada setara
antara pendusta dan hamba setia
hanya derita bagi para pendusta
tapi bahagia yang amat nyatalah
yang akan di terima oleh hamba setia
nikmat nyata tiada taranya
aliran
tetesan
serta guyuran bahagia
tidaklah habis bagi mereka
bagi sang para hamba setia
tiadalah ada tawa dan para pendusta
yang ada hnya senyum sang setia
derita
siksa
duka
luka
nestapa
ituklah buah giat pendusta
hanya salah yang mereka cipta
tiadalah uluran tangan bagi para pendusta
yang ada hanya derita sengsara
yang di balas tersebab tingkah mereka
tiada setara
antara pendusta dan hamba setia
hanya derita bagi para pendusta
tapi bahagia yang amat nyatalah
yang akan di terima oleh hamba setia
nikmat nyata tiada taranya
aliran
tetesan
serta guyuran bahagia
tidaklah habis bagi mereka
bagi sang para hamba setia
tiadalah ada tawa dan para pendusta
yang ada hnya senyum sang setia
derita
siksa
duka
luka
nestapa
ituklah buah giat pendusta
janji-NYA
Dengarlah..
Tatkala atap dunia pecah terbelah
Dan hiasan langit berjatuhan
Saat itu semua terperangah
Atas dosa dan kebodohan mereka
Atas nista dan kedurhakaan
Pada DIA
Yang kuasa mencipta kita
Mereka lalai
Pada hari pembalasan
Mereka lupa
Pada Sang Pemberi Pengawasan
Sungguh
Mereka telah ingkar
Sungguh
Mereka telah alpa
Alpa pada apa yang mereka kerja
Padahal
Al-Khaliq teleh berjanji
Akan beri nikmat dan kebahagiaan Baiti-NYA
Bagi yang bertaqwa nyata
Dan mengancam yang durhaka
Dalam Neraka yang memebara selamanya
Tatkala atap dunia pecah terbelah
Dan hiasan langit berjatuhan
Saat itu semua terperangah
Atas dosa dan kebodohan mereka
Atas nista dan kedurhakaan
Pada DIA
Yang kuasa mencipta kita
Mereka lalai
Pada hari pembalasan
Mereka lupa
Pada Sang Pemberi Pengawasan
Sungguh
Mereka telah ingkar
Sungguh
Mereka telah alpa
Alpa pada apa yang mereka kerja
Padahal
Al-Khaliq teleh berjanji
Akan beri nikmat dan kebahagiaan Baiti-NYA
Bagi yang bertaqwa nyata
Dan mengancam yang durhaka
Dalam Neraka yang memebara selamanya
Subscribe to:
Posts (Atom)

